11 Obyek Wisata Menarik di Tana Toraja

Share with love
  • 13
    Shares

L O L A I

 Lolai Biasa juga disebut sebagai Negeri diatas awan karena lokasinya berada di ketinggian 1300 mdpl.  Ditempat ini anda dimanjakan dengan pemandangan sunrise yang elok dengan gundukan awan putih yang mempesona. Kampung Lolai sering dijadikan sebagai tuan rumah festival Toraja Explorer setiap tahunnya. Di sini, pengunjung bisa melihat pertunjukan paragliding profesional dari seluruh Indonesia. Event ini bertujuan untuk menghidupkan olahraga paralayang di Sulawesi Selatan. Selain itu anda juga  bisa merasakan sensasi menginap di rumah adat khas Toraja, yaitu Tongkonan. Bangunan milik warga setempat ini disewakan sebagai homestay untuk pengunjung.

Untuk berkunjung ke Lolai anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa menghubungi kami Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

 

Pango-Pango Makale

Destinasi agrowisata selalu memberikan cerita menarik, keindahan alam memukau dan udara sejuk menjadi andalannya. Kabupaten Tana Toraja di Provinsi Sulawesi Selatan, tak selalu menyimpan cerita mistis, sebab pengunjung bisa menemui sejumlah ikon wisata menarik misal Pango Pango- Makale – Tana Toraja. Lokasi tersebut merupakan daya tarik alam menakjubkan yang berada di Makele. Lokasi wisata ini sebenarnya merupakan dataran tinggi yang masih jarang dijamah oleh manusia. Bisa dikatakan pula lokasi wisata di Sulawesi Selatan ini ialah hutan berada di puncak bukit, menjadi lokasi sempurna sebagai tempat rekreasi serta menghilangkan rasa penat, berkat keindahan alam yang dimilikinya.

Untuk berkunjung ke pango pango anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa menghubungi  kami Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

 

KETE’ KESU

Kete Kesu adalah sebuah desa tradisional kuno yang tersembunyi di wilayah pegunungan Tanatoraja, Sulawesi Selatan. Kota ini terletak di tengah-tengah hamparan sawah, dan merupakan desa tertua di distrik Sanggalangi. Kota abadi ini adalah rumah bagi sekitar 20 keluarga. Program ini terdiri dari delapan “Tongkonan”, diatur dalam baris yang saling berhadapan, lengkap dengan lumbung padi yang terhubung. Dinding Tongkonan dihiasi dengan ukiran yang indah dan tanduk kerbau, yang berfungsi sebagai tanda status pemilik rumah. Pada Masyarakat asli Toraja, hanya orang-orang darah bangsawan diberikan hak untuk membangun Tongkonan, sementara orang-orang biasa tinggal di yang lebih kecil, rumah-rumah yang kurang rumit.

Untuk berkunjung ke Ke’te kesu anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

 

L E M O

Kuburan batu Lemo terletak di kecamatan Makale Utara sekitar 12 km sebelah selatan Rantepao atau 6 km sebelah utara Makale dengan ketinggian 848 mdpl. Dinamai Lemo Karena beberapa model liang batu itu berbentuk bundar dan berbintik-bintik menyerupai buah jeruk atau limau. Kuburan-kuburan batu itu disebut juga sebagai liang paa’ (gua yang dipahat). Kuburan batu lemo diperkirakan dibuat pada abad ke-16 dan merupakan kuburan tertua kedua di Toraja, adapun yang merupakan kuburan tertua adalah Songgi Patalo. Ada 75 lubang pada dinding cadas. Beberapa di antaranya memiliki patung-patung berjajar yang disebut tau-tau. Patung-patung itu adalah lambang kedudukan sosial, status, dan peran mereka semasa hidup sebagai bangsawan setempat.

Untuk berkunjung ke Obyek Wisata Lemo anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa juga menghubungi Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

 

KOLAM ALAM TILANGNGA’

Kolam ini terbentuk pada batuan cadas yang dikelilingi pepohonan rimbun, lengkap dengan bunyi-bunyian alam. Sederhana, apa adanya. Sebagai sebuah kolam alami, Tilanga menyimpan sebuah cerita yang cukup menarik dan penuh dengan aura magis.di dalam kolam ini terdapat moa (belut berkuping) yang sering muncul di antara celah bebatuan di dalam kolam. Orang Toraja biasanya menyebut belut berkuping ini dengan nama masapi. Uniknya lagi, konon di Tilanga ada masapi yang berwarna putih, dibandingkan masapi lainnya yang umumnya berwarna hitam. Banyak mitos yang berkembang seputar ikan masapi di Tilangnga’ ini, ada yang beranggapan kalau bisa melihat ikan ini maka kamu akan mendapat keberuntungan. Ada juga yang beranggapan ikan ini tidak boleh dipancing sebab yang memancingnya akan meninggal. Kalaupun tidak bisa melihat masapi, anda bisa memanfaatkan air kolam alami yang sangat jernih untuk mandi dan menyegarkan badan di siang hari yang panas.Tapi anda dilarang menggunakan sabun, shampo, dan barang-barang lain yang mengandung deterjen. Hal ini demi menjaga kelestarian hidup masapi dan makhluk hidup lainnya yang berada di Tilangnga’.

 

Untuk berkunjung ke Kolam Alam Tilangnga’ anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa juga menghubungi Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

 

L O N D A

Londa terletak di desa Sendan Uai, Kecamatan Sanggalangi, kabupaten Tana Toraja dengan ketinggian 826 mdpl. Di dalam gua ini terdapat ratusan tengkorak dan ribuan tulang belulang yang sebagian sudah berumur ratusan tahun. Terdapat juga peti-peti mati yang masih baru. Walaupun demikian, udara di dalam gua terasa sejuk dan tidak berbau. Gua Londa memiliki kisah romantik Romeo-Juliet versi Toraja. Dikisahkan, ada sepasang kekasih yang dilarang berhubungan lebih lanjut dan kemudian bunuh diri. Kisah bunuh diri mereka ada dua versi. Versi pertama mengatakan mereka terjun dari tebing, tapi ada yang mengatakan mereka menggantung diri. Di gua Londa, tulang belulang sepasang kekasih ini diletakkan berdekatan.

Untuk berkunjung ke Londa anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa juga menghubungi Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

 

B U R A K E

Wisata religi Buntu Burake terletak sekitar 4 km dari pusat kota Makale, Tana Toraja. Nama Buntu Burake semakin mendunia setelah di puncaknya berdiri Patung Tuhan Yesus memberkati yang disebut tertinggi di dunia denan tinggi 40 m. Menghadap Kota Makale. Icon wisata Tana Toraja ini mengalahkan tinggi patung Kristus Penebus di Brazil jika dihitung dari permukaan laut. “Patung Tuhan Yesus Memberkati” ini menjadi symbol mayoritas warga Kristen Tana Toraja. Meski demikian, wisatawan yang datang tidak dari umat Kristen saja Karena selain menjadi wisata religi bagi umat Kristen, patung Yesus berukuran raksasa ini menjadi wisata seni yang unik dan menarik, mengingat ini adalah salah satu patung Yesus tertinggi di dunia.

Untuk berkunjung ke Burake anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa juga menghubungi Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

 

 

Sa’pak Bayo – Bayo

Sa’pak Bayo-bayo terletak di bawah tebing gunung batu,di sekitar gunung batu ini terdapat banyak gua-gua dimana gua ini digunakan oleh masyarakat pada jaman dahulu  sebagai tempat menyimpan jenazah. Gua-gua ini memiliki model yang sangat menarik dan punya daya tarik tersendiri. Di dalam gua-gua ini kita akan melihat  tengkorak dan tulang belulang serta erong(peti mati) yang sudah lapuk termakan usia yang diperkirkan sudah ratusan tahun. Gua-gua ini masih sangat alami tidak seperti objek wisata lainnya yang sudah dikunjungi banyak wisatawan karena tempat ini belum diekspose sama sekali.

Untuk berkunjung ke Sa’pak Bayo – Bayo anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa juga menghubungi Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

 

BATUTUMONGA

Batutumonga merupakan kota kecil yang terletak di lereng Gunung Sesean di kecamatan Sesean Suloara. Batutumonga juga merupakan kota yang berada di ketinggian. Pengunjung akan disuguhkan pemandangan alam yang memukau selama perjalanan. Setibanya di lokasi, hamparan awan putih menjadi sajian utamanya. Selain itu, kamu juga bisa berkunjung Desa Baik dengan deretan rumah adat tongkonan di atas bukit. Pemandangan Kota Rantepao bisa tampak jelas dari tempat ini. Saat malam, cahaya lampu perkotaan terlihat eksotis dari sini. Selain itu, suguhan sunrise di pagi hari pun patut dinikmati. Kemunculan matahari dari balik hamparan awan akan menjadi panorama yang tak boleh dilewatkan.

Untuk berkunjung ke batutumonga anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa juga menghubungi Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transportn

 

Bori’ Parinding

Kawasan ini merupakan kawasan terbuka dengan lebih dari 100 menhir berdiri yang merepresentasikan kemuliaan jiwa-jiwa mereka yang dimakamkan di sini yang berbatasan dengan Bori’ Parinding. Berdampingan dengan Bori’ Parinding adalah situs pemakaman tradisional dimana ceruk-ceruk makam dipahatkan di tebing karang.Bori’ Kalimbuang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1718. Di tempat ini terdapat Rante, Simbuang (Menhir) dan Liang Paa’ atau kuburan batu tua. Liang Paa’ di Bori diperkirakan sudah ada sebelum 1718.  Pada jaman dahulu, pekerja liang menggunakan kayu buangin sebagai palu dan batu sungai yang dilapisi kulit hewan kering untuk membuat lubang pada batu besar.

Untuk berkunjung ke Bori Parinding anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa juga menghubungi Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

 

 

BABY GRAVE

Pohon tara sebegai tempat menguburkan bayi di Toraja

Memasuki kawasan kuburan Bayi Kambira melewati ankita akan menemukan pohon yang besar dan tinggi yang disebut Pohon Tarra’ (bahasa Toraja). Pilihan Pohon Tarra‘ sebagai kuburan bayi karena memiliki banyak getah, yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu. Dan mereka menganggap seakan-akan bayi tersebut dikembalikan ke rahim ibunya dengan harapan akan menyelamatkan bayi-bayi yang lahir kemudian. Kuburan bayi ini disebut Passiliran. Bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang di pohon Tarra‘ kemudian ditutup dengan ijuk pohon enau . Bayi tersebut masih dianggap suci. Uniknya, tidak ada bau busuk yang tercium sama sekali walaupun lubang-lubang tersebut berisi mayat. Pemakaman ini hanya dilakukan oleh orang Toraja pengikut Aluk Todolo (kepercayaan kepada leluhur).

Untuk berkunjung ke Baby Grave anda bisa menghubungi Travel kepercayaan anda atau bisa juga menghubungi Els Queen Wisata.

Atau jika ingin menggunakan jasa transportasi saja bisa menghubungi Els Queen Transport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *